PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Tengah (Pemprov Kalteng) resmi meluncurkan program bantuan seragam sekolah gratis yang menyasar lebih dari 60 ribu pelajar SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh). Langkah ini diambil sebagai komitmen daerah untuk menjaga akses pendidikan tetap terjangkau bagi masyarakat luas.

Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran menegaskan bahwa meski daerah sedang menghadapi tantangan fiskal, sektor pendidikan tidak boleh dikorbankan. Ia menyebut, program ini tetap berjalan walaupun struktur APBD Kalteng mengalami penurunan signifikan pada tahun 2026.

"Meski efisiensi anggaran menyebabkan APBD Kalimantan Tengah turun dari Rp10,2 triliun di tahun 2025 menjadi Rp5,4 triliun di 2026, itu tidak menjadi halangan. Kami tetap menempatkan pendidikan sebagai prioritas, selaras dengan Asta Cita Bapak Presiden," ujar Agustiar melalui keterangannya, Jumat (6/3/2026).

Distribusi Merata hingga Wilayah Pedalaman
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Kalteng, Leonard S. Ampung, menjelaskan bahwa bantuan ini didistribusikan secara merata kepada pelajar di seluruh kabupaten dan kota, dengan fokus utama pada mereka yang berada di wilayah pedalaman dan benar-benar membutuhkan dukungan.

Bantuan yang diberikan tidak hanya terbatas pada pakaian formal, tetapi juga perlengkapan sekolah lengkap guna meringankan beban orang tua murid. Rincian bantuan tersebut meliputi 34.735 Seragam Olahraga dan Batik Huma Betang, 25.123 Seragam Putih Abu-abu dan Seragam Pramuka, 26.030 Pasang Sepatu Sekolah, dan puluhan ribu atribut pelengkap seperti topi, dasi, dan ikat pinggang.

"Ini adalah bentuk nyata komitmen Pemprov Kalteng untuk terus meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di Bumi Tambun Bungai," kata Leonard. (H-3)